1. Mematuhi standar terbaru AHA CPR & ECC.
2. Gerakan bebas pada sendi anggota tubuh atas.
3. Perubahan pupil dan pulsasi arteri karotis setelah penyelamatan berhasil: pupil berubah dari melebar menjadi normal, dan pulsasi arteri karotis kembali otomatis.
4. Tiga mode pelatihan: Latihan Bebas, Latihan Standar AHA, dan Mode Ujian.
① Mode Latihan Bebas: latihan bebas untuk kompresi dada, pembukaan jalan napas, dan ventilasi, disertai panduan suara selama proses berlangsung.
② Mode Latihan Standar AHA: kompresi dan ventilasi dengan rasio 30:2 selama 5 siklus dalam waktu yang ditentukan, dengan panduan suara.
③ Mode Ujian: waktu dan jumlah siklus dapat diatur, tanpa panduan suara, sistem akan menilai dan mencetak hasil otomatis.
5. Pemantauan kompresi dada melalui monitor, dengan indikator lampu kuning, hijau, dan merah yang menunjukkan kompresi kurang, tepat, atau berlebih. Kedalaman kompresi ideal: 5–6 cm, frekuensi: 100–120 kali/menit.
6. Pemantauan ventilasi melalui monitor, dengan indikator lampu kuning, hijau, dan merah untuk menunjukkan volume ventilasi yang kurang, tepat, atau berlebih. Jika udara masuk ke lambung, terdapat peringatan suara. Volume ventilasi yang benar: 500–600 ml.
7. Koneksi nirkabel (wireless).